ITB Siap Online-kan 1000 Bahan Kuliah

Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) siapkan 1.000 portofolio materi kuliah untuk dipublikasikan di situs resminya. Tujuannya agar semua orang bisa mengintip kegiatan ITB.

"Tahun ini kita siapkan portofolio 1.000 bahan mata kuliah untuk ditaruh di website," ujar Sekretaris Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITB Dr Satria Bijaksana, saat berbincang di kampus ITB, Jalan Ganesha No 10, Jumat (17/4/2009).

Menurut Satria, hal ini dilakukan untuk memudahkan mahasiswa dan pihak luar untuk mengetahui kegiatan belajar mengajar di dalam kampus ITB. Selain itu juga untuk memotivasi dosen atau pengajar untuk lebih giat lagi melakukan riset dan mempublikasikannya.

"Jadi orang dari Jepang misalnya, ingin tahu tentang ITB, apa sih yang diajarkan di ITB atau ITB sedang melakukan riset apa, itu bisa tahu. Ditambah lagi jika hal tersebut bisa dilakukan dengan baik, otomatis nama ITB akan semakin dikenal di seluruh dunia," ungkapnya.

Namun, saat ini kendala yang besar yang dihadapi oleh Satria adalah mengumpulkan portofolio materi ajar yang akan dipublikasikan. Menurutnya masih banyak yang belum mau mempublikasikannya karena berbagai sebab.

Salah satunya adalah masalah bajak membajak, tapi menurutnya di zaman serba transparan ini justru dengan dipublikasikan karyanya justru akan mudah diidentifikasi apakah karyanya hasil bajakan atau bukan.

"MIT (Massachusetts Institute of Technology - red) yang sudah katakanlah dewanya saja masih mau, bahkan banyak melakukan publikasi karya ilmiahnya. Nah, masa kita tidak mau. Saya malah berpikir jangan-jangan memang tidak ada karya yang mau dipublikasikan," tandasnya. sumber : detik.com



[+/-] Selengkapnya...

UI Kirim Mahasiswa Ikuti Simulasi Sidang PBB

Universitas Indonesia (UI) mengirimkan sembilan delegasi untuk mewakili Republik Indonesia dalam Harvard National Model United Nations (HNMUN), sebuah konferensi simulasi sidang Persatuan Bangsa?Bangsa (PBB) yang akan dihadiri oleh lebih dari 3.000 mahasiswa dari seluruh dunia.

"Konferensi tahunan ini diselenggarakan oleh Universitas Harvard untuk yang ke-55 kalinya," kata Wakil Humas UI, Devie Rahmawati, di Depok, Jabar, Minggu.

Ia mengatakan simulasi sidang Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) akan dilaksanakan pada 12 hingga 15 Februari 2009, bertempat di Boston, Amerika Serikat.

Menurut dia, setiap delegasi akan merepresentasikan sebuah negara dalam komisi-komisi yang ada di PBB. Beragam topik diskusi dan proposal resolusi akan dibicarakan dalam tiap sidang.

Mulai dari perumusan resolusi konflik minyak di Afrika hingga masalah pemberdayaan wanita di dunia, akan menjadi agenda utama bagi para delegasi.

HNMUN kata Devie merupakan salah satu konferensi dengan reputasi yang tinggi di kalangan mahasiswa internasional. Banyak delegasi yang telah mempersiapkan konferensi ini selama satu tahun sebelumnya.

Dikatakannya konferensi ini akan menguji kemampuan diplomasi, lobbying dan pengetahuan delegasi mengenai dunia internasional. Dan para mahasiswa UI merupakan satu-satunya wakil dari Indonesia yang mendapat undangan khusus untuk berpartisipasi semenjak 2008 lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan para delegasi juga akan berkompetisi untuk mendapatkan penghargaan the Honourable, Outstanding serta Best Delegates. HNMUN akan menambah ketrampilan para delegasi dalam berdiplomasi, mengetahui atmosfir perumusan resolusi PBB dan menambah jaringan dari negara ? negara lain.

Devie menjelaskan delegasi yang dikirimkan oleh UI telah melalui serangkaian seleksi dari seluruh fakultas di UI. Kesembilan mahasiswa yang akan berangkat pada 09 Februari 2008 tersebut ialah Willy Limiady (FISIP), Ardhitya Yeremia (FISIP).

Selanjutnya, Natalia Rialucky (FISIP), Muchdlir Zauhariy (FE), Dyota Marsudi (FE), Nunung Melinda (FPSI), David Imanuel (FT), Priscilla Manurung (FH) dan Aldilla Suwana (FH).

Para mahasiswa terpilih ini telah mempersiapkan berbagai materi yang mungkin akan dikupas dalam konferensi. Berbagai penelitian dan pelatihan diplomasi telah dilakukan sebagai persiapan.

"Pemahaman isu serta karakteristik negara yang akan direpresentasikan merupakan kunci utama untuk dapat mengikuti koferensi tersebut dengan optimal," demikian Devie. antara.co.id


[+/-] Selengkapnya...

Unila Ancam Stop Tunjangan "Dosen Terbang"

Universitas Lampung (Unila) mengancam akan menghentikan tunjangan fungsional dosennya yang mengajar di perguruan tinggi lain dan mengabaikan tugas utamanya.

Menurut Rektor Unila Sugeng P Harianto, ancaman tersebut sebagai bentuk sanksi yang diberikan kepada 'dosen terbang'. "Mereka kan dosen Unila. Ya tugasnya mengajar di Unila," kata Sugeng di kantornya.

Sugeng mengatakan, kewajiban dosen Unila adalah mengajar minimal 12 SKS. Selain itu dosen Unila juga berkewajiban menguatkan lembaga Unila dengan penelitian sesuai dengan jurusan masing-masing. "Hendaknya dosen Unila mendukung kemajuan kampus yang akan menjadi BHMN ini," tandasnya.

Sementara itu sejak Senin, 2 Januari, sebanyak 70 dosen Unila mengikuti workshop competensy building for education system. Workshop ini menampilkan dua profesor dari Kentucky University Prof DR Raphael dan Prof DR Belth.

Dari workshop ini diharapkan, pengetahuan dan wawasan para dosen Unila akan bertambah, mulai dari pelatihan aplikasi program komputer hingga worshop pendidikan. Acara ini akan berlangsung hingga 6 Februari mendatang. okezone.com


[+/-] Selengkapnya...

Mahasiswa Udayana Teliti 8 Bangkai Paus

Puluhan mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Udayana Denpasar meneliti delapan ekor bangkai paus yang mati terdampar belum lama ini. Upaya itu untuk memastikan penyebab kematian mamalia laut tersebut.

Penelitian dilakukan di lokasi terdamparnya delapan paus jenis pemandu sirip pendek atau short-finned pilot whale di kawasan hutan mangrove Suwung, Denpasar. "Kami teliti untuk pengetahuan anatomi paus," ujar dosen Fakultas Kedokteran Hewan Udayana yang memimpin penelitian.

Dari delapan paus yang ada, hanya dua ekor yang bisa dievakuasi untuk dilakukan proses identifikasi. Ini dikarenakan semua paus dalam kondisi terjepit dan tertancap pohon mangrove sehingga sulit dievakuasi. Kondisinya pun sudah menebarkan bau busuk hingga radius 1 kilometer.

Windia mengatakan, penelitian yang dilakukan dengan memotong daging paus untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan DNA. Seluruh daging paus juga dibersihkan untuk diambil kerangkanya dan kemudian dibawa ke laboratorium guna diteliti anatomi tubuhnya.

Mengenai penyebab kematian paus belum bisa dipastikan. "Peluangnya sangat kecil, tapi semoga dalam waktu dekat bisa terungkap," imbuh Windia.

Koordinator Perlindungan Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Budi Adnyana yang turut mendampingi peneltian mengatakan, dugaan sementara kedelapan paus itu mati akibat buruknya cuaca laut belakangan ini. "Kita ikut karena paus-paus tersebut masuk kategori mamalia laut yang dilindungi," katanya.

Kedelapan paus itu baru diketahui mati terdampar tiga hari lalu. Lima paus di antaranya berukuran besar dengan estimasi panjang 3-3,5 meter dan tiga ekor paus lagi berukuran panjang 2,5 meter dengan lingkar badan 2 meter. okezone.com


[+/-] Selengkapnya...

Mahasiswa Korea Berkolaborasi Budaya di UGM

Selama tiga pekan sebanyak 24 mahasiswa dari 11 universitas di Korea yang tergabung dalam Pasific Asia Society (PAS) berkunjung ke Universitas Gadjah Madja.

Kedatangan mereka untuk berkolaborasi dengan mahasiswa UGM dari Program Studi Bahasa Korea Fakultas Ilmu Budaya. Kegiatan dalam rangkaian pertukaran budaya dan akademik serta sosial ini dipimpin langsung oleh Kim II Woong serta Lee Chung Pyo selaku penyelia kegiatan selama di Yogyakarta.

"Mereka akan kolaborasi dengan mahasiswa program studi FIB Bahasa Korea di bidang budaya, akademik serta sosial," terang Suray Agung Nugroho, pengelola Program Studi Bahasa Korea FIB Korea, Rabu (4/2/2009).

Suray menambahkan selama tiga pekan di UGM, mahasiswa dari Korea tersebut bersama dengan sekitar 50 mahasiswa program studi bahasa Korea saling mengajarkan bahasa Indonesia dan Korea secara bergantian setiap hari.

Selain itu, mereka pun berkesempatan untuk bertukar kebudayaan masing-masing negara semisal belajar tari Saman dan gamelan, sedangkan mahasiswa Indonesia belajar tari kipas atau berlatih taekwondo. "Jadi selain bahasa, mereka pun bisa berlatih kesenian hingga olahraga pula," jelasnya.

Sementara itu Ketua Kantor Urusan Internasional UGM Rachmat Sriwijaya menambahkan, karena salah satu landasan organisasi PAS adalah menjembatani kebersamaan warga Asia, salah satu kegiatan yang tak terlewatkan yaitu bakti sosial di daerah Bantul dan Gunung Kidul.

Untuk acara penutupan diadakan pada Jumat 6 Februari yang diisi dengan pentas kolaborasi mahasiswa Korea dan Indonesia di auditorium FIB. "Nantinya akan dipentaskan seni tari dan musik antara ke dua negara," jelas Rachmat. okezone.com


[+/-] Selengkapnya...

Mahasiswa Yapen Butuh Asrama

Sedikitnya 150 mahasiswa dan pelajar Distrik Yapen, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, sangat membutuhkan fasilitas asrama untuk dijadikan tempat tinggal selama menuntut ilmu di Kabupaten Biak Numfor.

Ketua Forum Masyarakat Adat Yapen Wenand Kadiwaru di Biak, mengatakan, kebutuhan pembangunan asrama sangat mendesak dan hal itu telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen ataupun DPRD setempat.

"Aspirasi mahasiswa dan pelajar asal Pulau Yapen tentang pembangunan asrama supaya ditindaklanjuti pemerintah dan DPRD sehingga menunjang keberhasilan anak dalam menuntut ilmu di Kabupaten Biak Numfor," imbuh Kadiwaru menanggapi aspirasi mahasiswa Pulau Yapen di Biak.

Ia mengakui, para mahasiswa ataupun pelajar yang bersekolah di Biak harus menyewa rumah sebagai tempat tinggal sehingga berdampak pada peningkatan biaya pendidikan.

Akibat lain karena belum adanya asrama, menurut Kadiwaru, banyak pelajar yang bersekolah gagal melanjutkan pendidikan karena terbentur dengan kemampuan membayar biaya sewa rumah. "Sebagian besar orangtua mahasiswa dan pelajar Pulau Yapen berprofesi sebagai nelayan dan petani sehingga kemampuan keuangannya sangat terbatas," ungkap Kadiwaru.

Ia berharap pemerintah daerah dan kalangan DPRD Pemkab Kepulauan Yapen dapat memprogramkan pembangunan asrama mahasiswa di Kabupaten Biak Numfor melalui kucuran dana otonomi khusus Papua tahun anggaran 2009.

Pihak forum masyarakat adat Pulau Yapen yang berdomisili di Biak, kata Kadiwaru, akan membantu pemkab ataupun DPRD guna menyiapkan areal lahan tempat lokasi pembangunan asrama mahasiswa. "Lokasi lahan untuk rencana pembangunan asrama telah kami siapkan di Kampung Yafdas, ya kami harapkan pemkab dan DPRD dapat menjawab aspirasi mahasiswa ini," ujar Kadiwaru.

Dia menyebutkan, banyaknya mahasiswa dan pelajar Pulau Yapen menuntut ilmu di Kabupaten Biak Numfor karena jarak tempuh menuju kabupaten ini lebih dekat ketimbang ke Serui.

Pulau Yapen berdekatan dengan Kabupaten Biak Numfor menjadi salah satu wilayah kepulauan yang kaya akan potensi perikanan laut.


[+/-] Selengkapnya...

Film Situs Megalitikum Terbesar di Asia Tenggara

Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia (STITSI) bersama Samantha School menggelar film dokumenter bertajuk "Gunung Padang Sejarah atau Pra Sejarah?" di Pusat Kebudayaan Perancis CCF Bandung, Jumat.

Film dokumenter berdurasi 155 menit ini sebelumnya sudah diputar dua kali pada 23 Januari 2009.

Film Dokumenter ini menyajikan informasi tentang Situs Megalitikum terbesar di Asia Tenggara, Gunung Padang, yang terletak di Situs Megalitikum di Kecamatan Campaka, Cianjur Selatan, Jawa Barat.

Situs tersebut merupakan sebuah tempat yang terkait dengan fungsi bangunan mega-struktur purba, astronomi purba, kesenian purba, sekaligus keperluan ritual animisme masyarakat Indonesia purba.

Nama Gunung Padang, menurut sejumlah arkeolog dan sejarahwan, bermakna gunung yang terang.

Peletakan Situs di atas puncak gunung oleh masyarakat Indonesia purba juga diakui para ilmuwan sebagai tempat yang langsung berdekatan dengan kekuasaan alam karena berada pada ketinggian.

Pemilihan tema sejarah dengan objek Gunung Padang dalam film dokumenter ini, menurut Sutradara Yogi Margana dan Ervin Ruhlelana, bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang peradaban budaya Indonesia yang sangat besar.

"Film ini bisa menjawab kedudukan Gunung Padang sebagai tempat manusia purba di zaman sejarah atau pra-sejarah", ujar Ervin.

Menurut Ervin, peluncuran film dokumenter ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sejarah masyarakat Indonesia. kompas.com


[+/-] Selengkapnya...

Lima Bacarek Unud Siap Bersaing

Pemilihan Rektor Universitas Udayana (Unud) periode 2009-2013 tinggal menghitung hari. Setidaknya ada lima bakal calon yang akan meramaikan kursi perebutan orang nomor satu di Unud pada 4 Februari mendatang.

Mereka adalah rektor incumbent, Prof dr dr I Made Bakta dari Fakultas Kedookterangan, Direktur Pasca Sarjana Unud, Prof Dr Ir Dewa Ngurah Suprapta dari Fakultas Pertanian Prof Dr I Wayan Cika MS, Dr Ir Ketut Satriawan MT dari Fakultas Teknologi Pertanian dan Prof Dr Ing Ir Made Merta DAA dari Fakultas Teknologi Pertanian.

Dari hasil polling yang dilakukan pers kampus Unud, saat penyampaian visi dan misi kelima calon pada 21 Januari lalu dari semua peserta sosialisasi, muncul dua calon kuat yaitu Suprapta yang mendapat 47,51 persen, dan Bakta 29,83 persen, sisanya Satriawan memperoleh 2,76 persen, Merta 3,31 persen, dan Cika sama sekali tanpa dukungan.

Dari responden banyak berharap untuk segera menyelesaikan masalah kampus seperti perbaikan sarana pendidikan, gedung perkuliahan, perpustakaan, laboratorium, dan pusat kegiatan mahasiswa (student center).

Hal ini diungkapkan mantan Pimred Pers Akademika Agus Lenyot. Banyak responden yang mempertanyakan apakah rektor yang baru nanti dapat membawa Unud mampu bersaing dengan universitas yang ada di Indonesia. Dan fasilitas penunjang lainnya seperti transportasi, peningkatan kualitas pengajar, ungkap Agus saat dihubungi via telepon.

Semua keputusan senat yang akan memutuskan ditambah perwakilan dari masing-masing fakultas. Kata dia, hasil ini dapat memberikan masukan apa yang diinginkan baik mahasiswa, dosen, maupun pegawai.

Munculnya persoalan yang belum diselesaikan saat kepemimpinan Bakta, peluang Suprapta semakin terbuka lebar dan dinilai pantas untuk menduduki kursi Rektor Unud. okezone.com


[+/-] Selengkapnya...

BEM Unila Gelar Pendidikan Politik Masyarakat

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung melaunching voter education di gedung rektorat perguruan tinggi tersebut hari ini.

Acara yang bertajuk 'Pemilu Kemarin dan Hari Ini' ini terdiri atas pelatihan relawan workshop dan bhakti sosial. Voter education akan dilaksanakan BEM Unila selama sebulan, hingga pertengahan Februari 2009.

"Sasaran acara ini adalah pemilih pemula dan masyarakat di pedesaan. Untuk pendidikan politik," kata ketua pelaksana voter education Haryono Basuki di Lampung, Kamis (29/1/2009).

Haryono mengatakan, ada 50 relawan yang akan diterjukan untuk melakukan edukasi politik. Edukasi akan dilakukan di 20 SMU se-Bandar lampung untuk pemilih pemula, dan desa-desa di 11 kabupaten/kota se Lampung.

Pendidikan politik yang dilakukan, menurut Haryono, meliputi bagaimana cara menyoblos, dan cerdas dalam menyoblos. "cerdas masksudnya bukan mengarahkan pilihan. Namun lebih ke sosok seperti apa yang seharusnya dicoblos," tambah Haryono.

Awal Februari 2009, pelatihan akan difokuskan kepada pemilih pemula. Para relawan akan melakukan pendidikan di 20 SMU di Bandar Lampung. sementara pertengahan Februari, vote education akan difokuskan ke masyarakat.

Menurutnya, para relawan akan berkeliling kabupaten/kota untuk melakukan vote education kepada masyarakat. "Kami akan berkeliling di dua kabupaten dalam sehari," kata Haryono.

Saat ditanya apakah ini sebagai upaya dari BEM Unila membantu KPU menyosialisasikan Pemilu 2009 karena ketiadaan dana. Haryono hanya menjawab retoris. "Pendidikan politik adalah kewajiban semua elemen bangsa," tukasnya. okezone.com


[+/-] Selengkapnya...

Perguruan Tamansiswa Seluruh Indonesia Tolak UU BHP

Persatuan Perguruan Tamansiswa Seluruh Indonesia yang berjumlah 130 cabang dengan tegas menolak keberadaan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan atau UU BHP. Penolakan itu disampaikan dalam acara Gelar Akbar Tamansiswa Seluruh Indonesia, di Pendapa Tamansiswa, Yogyakarta, Selasa (27/1), yang diikuti ratusan siswa, mahasiswa, dan alumni.

Perguruan Tamansiswa menilai UU BHP adalah pesanan pihak kapitalis internasional dan tidak sesuai dengan jiwa Tamansiswa dan harapan luhur Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara menghendaki konsep pendidikan bagi semua dengan cara memajukan pengajaran untuk rakyat.

Ajaran, ideologi, dan politik pendidikan Ki Hajar Dewantara yang—kemudian menjadi ciri khas pendidikan Tamansiswa—menempatkan pendidikan sebagai proses budaya, berbasis pada semangat kebangsaan, berorientasi pada prinsip pendidikan untuk semua, adil, merata, tanpa diskriminasi, mandiri, memerdekakan, serta memihak pada hak dan kepentingan anak. Semua itu tidak menjadi orientasi dalam UU BHP.

Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto mengatakan, UU BHP dikeluarkan tidak didasarkan pada kepribadian bangsa yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. UU BHP dibentuk berdasar Konsensus Washington yang kapitalis dan liberal.

"UU BHP jiwa dan rohnya adalah komersialisasi pendidikan. Pendidikan menjadi komoditas bisnis yang tergantung pada mekanisme pasar. Orang miskin tidak akan bisa lagi mengenyam pendidikan tinggi," katanya.

Menurut Tyasno, dikeluarkannya UU BHP merupakan bentuk pengaburan tanggung jawab pemerintah. Berdasar UUD 1945 semestinya pemerintah menjamin pendidikan bagi warganya, bukan malah melepaskan diri dan menyerahkan pada mekanisme pasar.

Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Djohar MS mengatakan, ideologi UU BHP tidak sejalan dengan ideologi yang dimiliki bangsa Indonesia. UU BHP juga menimbulkan kapitalisme pendidikan yang dapat menyebabkan terjadinya kompetisi. "Ki Hajar Dewantara tidak menginginkan adanya kompetisi yang menonjolkan sisi individu, melainkan kolaborasi yang mengarah pada kebersamaan," katanya.

Kelahiran UU BHP dinilai tidak lepas dari International Conference on Implementing Knowledge Economy Strategies di Helsinski, Finlandia, tahun 2003. Konferensi itu melahirkan Knowledge Economy, sebuah konsep baru di sektor pendidikan yang dipakai oleh negara-negara dunia pertama. Knowledge Economy adalah konsep meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi yang mana untuk mencapainya diperlukan buruh yang memiliki kualifikasi, terampil, dan menguasai teknologi.

Konsep Knowledge Economy kemudian dilanjutkan dengan pertemuan World Trade Organisation (WTO) yang menghasilkan kesepakatan bersama. Kesepakatan itu dirangkum dalam General Agreement on Trade Service (GATS) yang menghasilkan keputusan kontroversi bagi negara dunia ketiga yakni komersialisasi pendidikan. Parahnya, Indonesia telah meratifikasi kesepakatan tersebut yang kemudian ditindaklanjuti dengan membuat UU BHP. kompas.com


[+/-] Selengkapnya...

Cerita Mahasiswa Penerima Beasiswa dari Pemkab Lamongan

Sejak 2006 Pemkab Lamongan mengalokasikan anggaran dari APBD untuk beasiswa bagi para mahasiswa asal Kota Soto. Hingga tahun lalu program ini telah dinikmati 683 mahasiswa.

Pendapa Lokatantra Pemkab Lamongan kemarin (23/1) penuh sesak oleh para mahasiswa asal Kota Soto, penerima beasiswa dari pemkab setempat yang kuliah di perguruan tinggi negeri/swasta se-Jawa-Bali. Almamater mereka berwarna-warni. Ada yang biru, merah, hingga kuning.

Di antara 683 mahasiswa itu, terlihat seorang mahasiswi, mengenakan jas almamater warna biru dan jilbab warna putih. Mahasiswi bernama Irviani itu tampak larut dalam senda gurau bersama teman lainnya.

Irviani adalah mahasiswa semester III fakultas MIPA jurusan Fisika Universitas Surabaya (Unesa). "Saya merasa terhormat selain mendapat beasiswa juga mendapat undangan dari Dinas Pendidikan Lamongan untuk bertemu langsung dengan pak bupati (Masfuk),'' ujarnya kepada wartawan koran ini.

Anak seorang petani tersebut mengaku akan berdosa kalau sampai tidak memenuhi undangan tersebut. Sebab, beban kuliahnya sudah banyak terbantu oleh beasiswa yang diterimanya dari pemkab. "Saya dapat beasiswa dari pemkab sejak 2007, pencairannya langsung masuk rekening tabungan saya," ungkapnya.

Viani, sapaan akrab Irviani, mengaku beasiswa yang diterimanya benar-benar sangat terasa manfaatnya saat awal kuliah. Sebab, saat itu dia harus membayar uang gedung dalam jumlah banyak. "Alhamdulillah, dengan adanya beasiswa tersebut saya bisa membayar uang gedung. Orang tua saya jelas tidak sanggup mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat,'' ungkap dara asal Desa Jatisari, Kecamatan Glagah tersebut.

Selain untuk uang gedung, beasiswa Rp 4 juta per tahun itu juga dipakai untuk membayar SPP dan biaya hidup di Surabaya.

Nasib lebih tragis sempat dialami Moch. Faris, juga dari Glagah. Mahasiswa Universitas Negeri Malang tersebut langsung drop out (DO) sejak tahun pertama masuk kuliah pada 2006 karena tidak mampu membayar uang gedung. "Pada 2007 saya mendaftarkan diri untuk bisa mendapat beasiswa dari pemkab dan alhamdulillah dikabulkan. Beasiswa itu kemudian saya pakai melunasi uang gedung, sehingga saya bisa berkuliah lagi sampai sekarang,'' kata anak petani tersebut.

Mengingat begitu bermanfaatnya beasiswa tersebut, Meinia P. Kurniawati, mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Unair Surabaya yang juga penerima program populis itu,

saat mewakili teman-temannya menegaskan bahwa program pemberian beasiswa terus menjadi program unggulan pemkab, meski terjadi pergantian bupati. "Kami berharap program ini terus berlanjut meski pak bupati (Masfuk) sudah tidak menjabat. Karena manfaatnya sangat besar,'' harapnya.

Masfuk sendiri saat memberi pengarahan selama satu jam menuturkan, pemberian beasiswa bertujuan untuk memberi kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu asal Lamongan yang pandai, tetapi kesulitan menjalani perkuliahan. "Saya tidak mau anak dari keluarga miskin di Lamongan tetapi pandai tak punya masa depan karena tidak mampu berkuliah. Dan tahun ini ditargetkan menjadi 1.000 mahasiswa Lamongan yang mendapat beasiswa dari pemkab,'' terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Mustofa Nur mengungkapkan, sejak digulirkan pada 2006 hingga 2008, jumlah mahasiswa penerima beasiswa 683 orang. Rinciannya, Rp 4 juta per mahasiswa per tahun untuk mahasiswa PTN yang tersebar di Jawa dan Bali, serta Rp 2 juta untuk mahasiswa PTS khusus hanya di Lamongan. "Anggaran yang terserap mencapai Rp 4,1 miliar," terangnya.

Dari jumlah itu, 190 di antaranya kuliah di sembilan PTS di Lamongan. Yakni, Akper (1), Staidra (26), STIE KH A Dahlan (21), Stikes Muhammadiyah (4), STIT (17), Unisda (49), Unisla (56), STAIM (13) dan Stikip PGRI (3).

Sedangkan 493 mahasiswa lainnya menempuh studi di 19 PTN se-Jawa dan Bali. Yakni, IAIN (56), IPB (3), ITS (64), P4TK (8), Poltek Malang (1), Poltekes Surabaya (3), UGM (3), UI (1) dan UIN Jakarta (9). Serta, UIN Malang (51), UIN Jogja (39), UN Malang (39), UN Jogja (3), Unair (34), Unej (12), Unesa (145), Unibraw (21), Unijoyo (30) dan UNS (1). jawapos.com


[+/-] Selengkapnya...

Tiga Cara Masuk Menjadi Mahasiswa ITB

Institut Teknologi Bandung (ITB) menjaring calon mahasiswa melalui tiga cara. Pertama ujian saringan terpadu di sejumlah kota pada Maret mendatang, yaitu Jakarta, Bandung, Palembang, Balikpapan, Pekanbaru, dan Makassar. Kedua, ujian saringan terpusat yang hanya digelar di Bandung pada 30-31 Mei 2009.

Dan ketiga ujian saringan masuk secara nasional pada Juli. "Tujuannnya supaya adil," kata Wakil Rektor Senior Bidang Akademik ITB Adang Surahman di Bandung, Rabu (21/1). Yang dimaksud adil oleh Adang, tidak berati semua mahasiswa membayarnya sama.

Adil, menurut dia, biaya yang dikeluarkan calon mahasiswa sebanding dengan kemampuan ekonomi orang tuanya. Setiap ujian seleksi, kata Adang, memiliki standarisasi penilaian yang sama. Cara yang pertama, kata Adang, ditujukan bagi calon mahasiswa yang sanggup membayar paling sedikit Rp 55 juta. Ujian kedua atau ujian saringan masuk terpusat untuk calon mahasiswa yang sanggup membayar paling sedikit Rp 15 juta.

Adang berharap, dengan cara ini, calon mahasiswa yang mampu akan mengikuti ujian yang pertama atau kedua. Sedangkan calon mahasiswa yang kurang mampu, dipersilakan menempuh ujian saringan jalur ketiga. “Meski tidak menutup kemungkinan ada mahasiswa yang mampu secara keuangan akan ikut ujian jenis ketiga, begitu pula sebaliknya,” kata dia.

Adang menambahkan, biaya kuliah di ITB berupa sumbangan dana pengembangan akademik naik antara Rp 10 hingga Rp 20 juta. “Besarnya bergantung pada jalur ujian yang ditempuh,” katanya. Sumbangan ini belum termasuk biaya penyelenggaraan pendidikan pokok Rp 3 juta per semester, Biaya penyelenggaraan pendidikan tambahan antara Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta per semester, dan biaya pendaftaran mahasiswa baru yang diperkirakan sebesar Rp 1 juta.

Khusus program studi manajemen, sekolah bisnis dan banajemen, biayanya sesuai dengan jumlah satuan kredit semester (SKS) yang diambil mahasiswa. Besarannya Rp 750 ribu per SKS. tempointeraktif.com


[+/-] Selengkapnya...

Universitas Diponegoro Tambah Empat Guru Besar

Universitas Diponegoro Semarang akan menambah empat guru besar dalam berbagai disiplin ilmu. Mereka adalah Bambang Sukamto (Peternakan), V Priyo Bintoro (Peternakan), Purwanto (Teknik Kimia), dan L Tri Setyawanta (Hukum Lingkungan).

Pengukuhan guru besar akan dilakukan pada Kamis (22/1). Pada pengukuhan, Bambang Sukamto akan menyampaikan pidato ilmiah berjudul "Peningkatan Produksi Ayam Melalui Perbaikan Kualitas Pakan dalam Rangka Membantu Ketahanan Pangan". Priyo Bintoro dengan judul "Peranan Ilmu Teknologi dalam Peningkatan Keamanan Pangan Asal Ternak".

Purwanto akan menyampaikan pidato "Penerapan Teknologi Produksi Bersih untuk Meningkatkan Efisiensi dan Mencegah Pencemaran Industri". Sedangkan Tri Setyawanta akan menyampaikan pidato "Reformasi Pengaturan Pengelolaan Pesisir Secara Terpadu di Indonesia dan Tantangan dalam Implementasinya di Daerah".

Sekretaris Senat Universitas Dionegoro, Lahmudin Syahrani, mengatakan dengan pengukuhan keempat guru besar tersebut saat ini Universitas Diponegoro memiliki 162 guru besar dari berbagai disiplin ilmu.

"Para guru besar dituntut terus melakukan penelitian, terutama penelitian yang aplikatif yang dapat memecahkan problem ekonomi dan sosial," kata Lahmudin, Selasa (20/1). tempointeraktif.com


[+/-] Selengkapnya...

2.200 Mahasiswa di Jabar Bakal Dapat Beasiswa

Pemprov Jabar memberikan 2.200 beasiswa untuk mahasiswa di Jabar. Dua jurusan yang akan mendapatkan beasiswa lebih banyak dibandingkan jurusan lainnya, yaitu kebidanan dan pertanian.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyampaikan hal ini setelah selesai membuka kegiatan verifikasi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jabar 2009.

2.200 beasiswa tersebut dibagi kedalam 3 kategori, yaitu 600 beasiswa untuk mahasiswa jurusan kebidanan, 600 beasiswa untuk jurusan pertanian dan 1.000 beasiswa untuk mahasiswa dari berbagai jurusan lainnya. Beasiswa jurusan kebidanan ini termasuk juga untuk meng-upgrade bidan yang semula hanya sampai D1 untuk menjadi D3.

Ketika ditanya berapa besarnya beasiswa yang diberikan untuk tiap penerima beasiswa, Heryawan mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui dengan pasti berapa.

"Yang jelas beasiswa itu untuk satu siklus, mulai dari masuk sampai lulus," kata Heryawan. Namun dia menyatakan dana untuk beasisiwa tersebut akan cair pada pertengahan Februari tahun ini.

Selain bantuan beasiswa, tahun ini pemprov Jabar memiliki beberapa program untuk peningkatan pendidikan. Diantaranya pemberian seragam gratis untuk murid-murid tingkat SD dan SMP dengan prioritas utama yaitu murid yang kurang mampu.

"Untuk sementara setengahnya dulu lah,minimal yang ngga mampu yang dikasih seragam gratis," kata Heryawan.

Tahun ini pula, pemprov akan menerbitkan buku gratis untuk 6 mata pelajaran yang masuk ujian nasional. "Insya Allah Juni ini bisa mulai dibagikan," kata Heryawan.

Jika dapat terlaksana dengan baik, di tahun 2010 tidak hanya buku-buku yang akan dujikan saja yang akan diterbitkan. "Tahun 2010 buku untuk semua mata pelajaran akan diterbitkan juga," kata Heryawan.

Menurutnya program ini merupakan langkah pemerintah untuk meringankan biaya sekolah. "Dengan ini semoga tidak ada lagi alasan orangtua yang tidak menyekolahkan anaknya karena mahal," ujarnya.

Tahun 2009 pemprov juga membuat program prioritas utama, diantaranya meningkatkan lama rata-rata sekolah di Jabar. Lama rata-rata sekolah anak-anak di Jabar saat ini hanya 7,6 tahun, yang akan ditingkatkan menjadi 9 tahun. Tahun 2011 Pemprov Jabar juga menargetkan Jabar dalam program Wajar (Wajib Belajar) 12 tahun. detik.com


[+/-] Selengkapnya...

Capoera STIKOMP Surabaya Menghibur Pengunjung Car Free Day

Program Car Free Day yang sudah berjalan tiga kali di Jalan Raya Darmo Surabaya, Jawa Timur, nampak mendapat antusiasme masyarakat Surabaya begitu pesat tak terkecuali STIKOMP Surabaya. Dengan adanya fasilitas tersebut masyarakat Surabaya hampir sepenuhnya meluangkan kesempatan itu untuk rileks dan menikmati udara pagi yang berbeda dari biasanya.

Dalam kesempatan minggu pertama mengawali tahun baru ini mahasiswa STIKOMP Surabaya mencoba memanfaatkan momen tersebut sebagai ajang latihan. Seperti yang terlihat pada Minggu (18/1/2009) mahasiswa yang tergabung dalam UKM Capoera melakukan aksi olah raga bela dirinya di depan Taman Bungkul.

Masing-masing peserta maju satu persatu menunjukkan kemampuannya. Olah raga yang dikenal berasal dari negara Brasil ini ditunjukan mahasiswa STIKOMP dengan berbagai gaya. Ada yang menggunakan gaya tendang dan melompat-lompat, bahkan ada pula yang menggunakan gaya kepala di bawa dan kaki di atas kemudian kakinya menari-nari.

Aksi mereka yang beraneka ragam itu pun spontan menarik perhatian para pengunjung car free day. Pasalnya aksi mahasiswa tersebut tidak hanya sekadar bela diri dan bertarung melainkan juga diiringi musik asal khas Brasil. Semakin suara musik pengiring terdengar keras semakin pertarungan terlihat seru.

Davikus salah satu orang terlama di UKM Capoera STIKOMP Surabaya itu mengaku senang sebab sebelum ada program car free day, pihaknya bersama teman-teman Capoera se-Surabaya telah memanfaatkan taman bungkul sebagai tempat latihan sehari-hari.

"Melihat antusias para pengunjung terhadap pertunjukkan capoera ini kemungkinan kita coba adakan kembali tentu dengan gaya-gaya yang berbeda dan semakin seru lagi," paparnya.

Yani, Kabag Humas STIKOMP Surabaya, yang ikut hadir menyaksikan mahasiswa UKM Capoera ini mengatakan aksi mahasiswa itu bukan sekadar memanfaatkan momen car free day tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekitar terutama lingkungan Surabaya.

"Jadi kami termasuk juga salah satu yang mewakili perguruan tinggi di Surabaya yang ikut peduli terhadap lingkungan Surabaya. Karena ini baru pertama kali, jadi tidak menutup kemungkinan kita akan kembali dengan aksi yang berbeda, mungkin lebih fokus terhadap kegiatan lingkungan," paparnya. okezone.com


[+/-] Selengkapnya...

100 Mahasiswa Peroleh Beasiswa dari Arab Saudi

Makassar - Pemerintah Arab Saudi mengaku siap memberikan beasiswa kepada sekitar 100 mahasiswa asal Sulawesi Selatan, untuk belajar di Kampus Ryaad Arab Saudi.

Duta Besar Arab Saudi, Abdul Rahman Al Khayyat, saat melakukan kunjungan di Makassar, Sulsel, kemarin, mengungkapkan, sebagai tahap awal, pihaknya bersedia untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari Univeritas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Muslim Indonesia (UMI).

"Ketiga kampus yang kami pilih, yakni Unhas, UMI, dan UNM memiliki sumber daya manusia yang cukup baik. Tapi kami tidak menutup peluang jika ada mahasiswa dari kampus lainnya yang diajukan pemerintah sulsel untuk ikut dalam program beasiswa ini," ungkap Abdul Rahman saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

Dia menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan dana sebesar 1200 Dolar AS untuk mendukung program tersebut selama satu tahun. Dalam program ini, para mahasiswa Sulsel nantinya akan belajar untuk memperoleh gelar Magister (S2) dan Doktor (S3).

"Semua fasilitas yang diperlukan para mahasiswa telah kami persiapkan. Dari pemerintah Arab Saudi, tinggal menunggu persetujuan dan sikap dari pemerintah provinsi Sulsel," jelasnya.

Jika program beasiswa ini dapat dilakukan, salah satu bidang studi yang akan dikembangkan yakni bidang keagamaan, terutama agama Islam. Menurut dia, perkembangan agama islam di Sulsel dapat terus ditingkatkan melalui beberapa media seperti kampus, oleh mahasiswa yang telah menempuh pendidikan di Arab.

Selain itu sektor pendidikan, pemerintah Arab Saudi juga berencana akan memberikan bantuan kepada sejumlah rumah sakit di Sulsel. Meski demikian, pemerintah Arab masih menunggu daftar kebutuhan dari setiap rumah sakit, terutama sejumlah fasilitas rumah sakit.

"Kami juga berencana akan membantu pemerintah sulsel dalam hal memenuhi kebutuhan di rumah sakit. Kami telah mekpersiapkan dana sebesar 24 juta dolar AS untuk dikucurkan ke rumah sakit. Semoga saja, dana tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Sulsel," katanya.

Merespon hal tersebut, Gubernur Propinsi Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku cukup senang dengan rencana tersebut. Dia mengaku, pemerintah propinsi juga memiliki program yang sama, yakni pemberian beasiswa kepada 1000 mahasiswa dan 500 doktor. Program beasiswa oleh pemerintah arab tersebut dinilai dapat meringankan program pemerintah provinsi.

"Saya pikir, program yang ditawarkan pemerintah Arab Saudi cukup bagus. Apalagi Pemerintah Provinsi juga memiliki program yang sama. Namun, kami akan mempertimbangkannya lebih dulu," kata Syahrul.

Seperti diketahui, pemerintah provinsi telah mempersiapkan dana sebesar Rp12 miliar pada tahun 2009.

Dana tersebut, rencanannya akan dipergunakan untuk membantu para mahasiswa berprestasi untuk memperoleh gelar doktor. Namun, program tersebut rencananya akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2013. antara.co.id


[+/-] Selengkapnya...

Mahasiswa Lapor Oknum Polisi Terlibat Judi

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Ternate mendesak Polda Maluku Utara untuk menegakkan supremasi hukum, dalam hal tindak pidana perjudian yang melibatkan oknum anggota polisi di Kepulauan Sula (Kepsul).

Disebutkan permainan judi itu berlangsung pada Minggu 11 Januari 2009 pukul 18.30 WIT, yang melibatkan Iptu MB alias Muksin, salah satu oknum anggota Polisi setempat dan juga 3 orang warga lainnya, yakni AT alias Abdullah, NU alias Nani, dan RD alias Ridwan.

Selain meminta Kapolda Malut untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku, IMM juga mengimbau Kapolres Sula agar kasus tersebut segera dilimpahkan ke Polda Malut.

Menanggapi laporan itu, Kabid Humas Polda Malut AKBP Nugraha Aristawarman mengatakan, belum mengetahui kasus tersebut.

"Belum tahu tapi nanti kita tanyakan, kalau tidak dilimpahkan ke Polda, mungkin ditangani di Polres Sula," tutur Nugraha. okezone.com


[+/-] Selengkapnya...

Unpad Buka Program Doktor Ilmu Hukum

Mulai hari ini Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi membuka penerimaan mahasiswa baru Program Doktor Ilmu Hukum tahun akademik 2009. Pembukaan program tersebut dilakukan Rektor Unpad Prof Ganjar Kurnia di Gedung Rektorat Baru Lt 4, Jalan Dipati Ukur 35 Bandung.

Rektor Unpad mengharapkan dengan mengikuti Program S3, mahasiswa bisa mengaktualisasikan diri di bidang ilmu hukum. "Saya berharap dengan adanya mahasiswa S3 Ilmu Hukum di Unpad ini, maka kontribusi di bidang hukum semakin membaik," ujar Ganjar seperti dirilis Humas Unpad.

Bagi mahasiswa yang diterima di Program Doktor Ilmu Hukum, Ganjar menitipkan agar citra Unpad tetap terpelihara dengan baik. "Karena secara tidak langsung mahasiswa program doktor telah menjadi keluarga besar Unpad," imbuhnya.

Dekan FH Unpad Prof Ramli mengatakan, program doktor sesungguhnya memiliki tantangan tersendiri, karena mempunyai penekanan pada bidang keilmuan dan filsafat, sehingga tantangannya lebih berat dibandingkan dengan program-program sebelumnya.

"Unpad telah merancang materi kuliah yang mampu menjawab tantangan tersebut untuk kelas di Jakarta dan Bandung," kata Ramli.

Penerimaan mahasiswa baru dan pelaksanaan Program Doktor Ilmu Hukum ini berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unpad Nomor: 288/J06/Kep/KP/2007 tentang Pelaksanaan Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3) Ilmu Hukum Kelas Khusus dan Kerjasama Program Sarjana Unpad. okezone.com


[+/-] Selengkapnya...

5 Balon Bertarung Rebut Kursi Rektor Unkhir

Lima dosen senior resmi bakal meramaikan bursa pemilihan rektor Universitas Khairun (Unkair) Ternate. Hal itu setelah pihak panitia menutup jadwal pendaftaran pada Rabu kemarin.

Berdasarkan data yang diperolah Okezone hingga batas akhir pendaftaran bakal calon, lima orang tersebut yakni Gufran Hi Ibrahim (pembantu rektor I), Rusman Soleman (pembantu rektor IV), Abdurahman Hoda (dosen fakultas pertanian), Ridha Adjam (dosen fakultas sastra), dan Syawal Abdul Adjid (pembantu dekan III fakultas hukum).

Kelimanya diusulkan masing-masing senat fakultas bahkan beberapa di antaranya diusulkan sejumlah fakultas. Seperti Gufran Hi Ibrahim yang diusulkan fakultas Hukum dan Sastra serta Teknik.

Ridha Adjam diusulkan fakultas Pertanian, Hukum, dan Sastra. Sementara Rusman Soleman diajukan fakultas ekonomi dan sastra, Abdurahman Hoda dari fakultas pertanian dan yang terakhir, Syawal Abdul Adjid diusulkan fakultas hukum.

"Berkas kelima bakal calon (Balon) ini akan digodok termasuk mempelajari berkas dokumen masing-masing figur karena ada calon yang didaftar tanpa diback dokumen sebagai prasyarat," ujar ketua panpel pemilihan Husein Alting pada wartawan.

Kelima calon ini nantinya akan merebut jatah empat kursi yang disediakan untuk dipilih pada pemilihan tahap I tanggal 24 Januari sekaligus penyampaian visi misi bakal calon.

Keempatnya bakal calon tersebut akan dipilih 26 anggota senat universitas untuk diusulkan ke Menteri Pendidikan sebagai Rektor Unkair periode 2009-2012 menggantikan Rivai Umar yang berakhir masa jabatannya pada April nanti.

Rivai sendiri tidak ikut bursa pencalonan karena belum memenuhi syarat yakni pendidikannya minimal S3. Sama seperti Rivai, Syawal pun sepertinya bakal terganjal aturan, karena belum memiliki gelar doktor. Dengan demikian keempat calon minus Syawal bakal mulus hingga putaran kedua nanti. okezone.com


[+/-] Selengkapnya...

Tiket Masuk Kedokteran Unpad Rp175 juta

Universitas Padjadjaran menjaring 45 persen mahasiswa melalui Seleksi Mahasiswa Universitas Padjadjaran (SMUP). Kuota tahun ini berkisar 3.144 kursi. Namun mahasiswa yang ingin masuk melalui jalur ini harus menyiapkan uang Rp10 hingga juta 175 juta sebagai dana pengembangan.

Wakil Ketua SMUP 2009 Mien Hidayat mengatakan, peminat Unpad semakin bertambah. Dalam beberapa dekade terakhir saja peminatnya melebihi angka 60.000 orang.

Padahal daya tampung Unpad melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri hanya 3.800. Untuk dapat menampung tingginya minat yang besar tersebut, Unpad menyelenggarakan seleksi mandiri tingkat lokal sejak 2006 lalu.

"Karena itulah kami membuka dua jalur yakni SNMPTN dan SMUP. Presentasinya 55 persen dari SNMPTN dan 45 persen dari SMUP. Peminat SMUP pada tahun lalu sebanyak 13.500 orang. Sama seperti tahun lalu, kuota pada tahun ini berkisar 3.144 orang." kata Mien di Gedung Rektorat Unpad, Jalan Dipati Ukur Kota Bandung, Rabu (14/1/2009).

Mien menambahkan, tidak ada perbedaan fasilitas belajar antara mahasiswa yang masuk melalui jalur SNMPTN maupun SMUP. Perbedaan hanya terletak pada jumlah dana pengembangan.

Mahasiswa yang masuk melalui jalur SNMPTN cukup membayar Rp2 juta untuk dana pengembangan. Sementara dana pengembangan untuk SMUP bervariasi mulai Rp10 juta Rp175 juta.

Dana pengembangan tertinggi berada pada Fakultas Kedokteran yang mencpai Rp175 juta. Menyusul Fakultas Kedokteran Gigi Rp60 juta dan Fakultas Psikologi Rp50 juta.

"Tapi pada kegiatan belajar mengajar tetap sama. Tidak ada kelas khusus SMUP atau SNMPTN. Dana pengembangan dari SMUP akan digunakan untuk pembangunan fasilitas yang dipertanggungjawabkan sebagai penerimaan negara bukan pajak," paparnya.

Pendaftaran SMUP dapat dilakukan secara manual maupun on line. Biaya formulir sebesar Rp350.000. Pendaftaran melalui sistem online berlangsung 25 Februari- 21 Mei 2009. Sementara itu pendaftaran manual dapat dilakukan sepanjang 14 Januari- 7 Mei 2009 di sembilan kota yakni Bandung, Bogor, Jakarta, Riau, Batam, Banjarmasin, Serpong, Serang, dan Cirebon.

Sistem selsksi untuk program S1 menggunakan perpaduan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Belajar (TKB). Bagi peserta program S2 dan S3 menggunakan perpaduan Tes Kemampuan Bahasa Inggris dan TKB Advanced.

Materi TKA mencakup Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. TKB sendiri merupakan tes untuk mendeteksi potensi dan peluang calon mahasiswa dalam menempuh pendidikan yang lebih baik.

Pembantu Rektor Bidang Akademik Unpad Husein Bhakti mengatakan, jalur SMUP diharapkan dapat menjaring calon mahasiswa yang cerdas secara akademik dan mampu menyelesaikan studi tepat waktu, serta dapat mengembangkan diri secara optimal. okezone.com


[+/-] Selengkapnya...

Template by : kendhin x-template.blogspot.com